Semarak Kemerdekaan RI

Bulan Agustus adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Khan 17an. Setiap bulan ini rasa kebangsaan kita kembali diuji dan diingatkan dengan berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun bangsa ini.

Bagi orang Indonesia tentu akan dengan bangga jika dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Beruntung kita tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan, kita hanya bertugas mempertahankannya. Jadi ga perlu susah payah berperang segala sampai titik darah penghabisan. Yang kita lakukan bagaimana ya rasa nasionalis agar Bangsa kita tercinta Indonesia bisa maju. Dirgahayu Indonesiaku!!!! Love You🙂

Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun Indonesia. Banyak diantara kita yang merayakannya dengan mengadakan berbagai perlombaan. Ada lomba yang serius, banyak pula lomba hanya untuk bersenang-senang sekedar untuk memeriahkannya.

Lomba yang mungkin menjadi acara tahunan ditingkat kelurahan atau RT adalah lomba panjat pinang. Lomba ini menjadi acara favorit yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar warga. Lomba yang mengutamakan kekompakan tim. Bagaimana bekerjasama dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan. Sebenarnya banyak lomba yang mengajarkan pada kita untuk tidak saling menjatuhkan, tetapi bekerjasama untuk membangun negeri ini. Lomba-lomba lain banyak juga digelar diantaranya Lomba Balap Karung, pecah balon, perang bantal, sampai sepak bola sarung. Semuanya bersifat hiburan untuk masyarakat yang sudah jenuh dengan kesibukan sehari-hari. Tapi apakah perlombaan itu sudah menunjukkanpesan kecintaan?

Panjat pinang adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

Cara permainan

Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas disiapkan oleh panitia perlombaan. Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon.

Oleh karena batang pohon tersebut licin (karena telah diberi pelumas), para pemanjat batang pohon sering kali jatuh. Akal dan kerja sama para peserta untuk memanjat batang pohon inilah yang biasanya berhasil mengatasi licinnya batang pohon, dan menjadi atraksi menarik bagi para penonton.

Kalau dulu nya waktu zaman penjajahan Belanda, lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain. Danyang mengikuti lomba ini adalah orang-orang pribumi. Hadiah yang diperebutkan biasanya bahan makanan seperti keju, gula, serta pakaian seperti kemeja. Maklumbagi kalangan pribumi barang-barang seperti ini termasuk mewah, dan mereka juga merasa beruntung bisa mendapatkan barang-barang itu. Disaat yang sama saat orang pribumi bersusah payah untuk memperebutkan hadiah, para orang-orang Belanda menonton sambil tertawa.  Kita dianggap cemoohan dan tontonan saja. Sampai sekarang pun tata cara permainan ini belum berubah sejak dulu.

Memang terjadi pro dan kontra mengenai perlombaan yang satu ini. satu pihak berpendapat bahwa sebaiknya perlombaan ini dihentikan karena dianggap mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Sementara pihak lain berpikir ada nilai luhur dalam perlombaan ini seperti: kerja keras, pantang menyerah, kerja kelompok/ gotong royong.

Lomba balap bakiak ini beda dengan yang biasanya. Jika umumnya, bakiak telah siap pakai dan pengguna tinggal memasukkan kaki dan menyesuaikan langkah, yang ini beda. Bakiak baru bisa djalankan jika tali tampar yang ditautkan diangkat bersama. Jika tidak, maka sampai kapanpun, bakiak tak bisa dijalankan. Jadi, dengan bakiak ini tak cukup hanya menyerasikan langkah kaki. Di lomba ini, pemenang adalah yang tercepat tiba di finis setelah berputar di depan lobi kantor.

Tarik tambang

Sepeda lambat adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia.

Para peserta bersiap dengan sepeda masing-masing di garis permulaan dan berlomba untuk mencapai garis finish dalam lajur masing-masing. Namun, berbeda dan berlawanan dengan balap sepeda, pemenang sepeda lambat adalah peserta paling akhir yang mencapai garis finish.

Karena sepeda hanya mempunyai dua roda, semakin lambat sepeda dikayuh, semakin sulit untuk menjaga keseimbangan, dan bila peserta tidak dapat menyeimbangkan sepeda (jatuh atau salah satu kakinya menyentuh jalan), peserta akan dinyatakan gugur.

Lomba Makan kerupuk adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Panitia perlombaan menyiapkan kerupuk sejumlah jumlah peserta yang digantung dengan tali secara berjejer kepada sebuah tali panjang. Para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing, dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya. Tantangan dari lomba ini adalah, peserta tidak diperbolehkan menggunakan tangan – dalam memakan kerupuk, peserta hanya diperbolehkan menggunakan mulutnya.

Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir.

Meskipun sering mendapat kritikan karena dianggap memacu semangat persaingan yang tidak sehat dan sebagai kegiatan hura-hura, balap karung tetap banyak ditemui, seperti juga lomba panjat pinang, sandal bakiak, dan makan kerupuk.

Lomba balap karung juga diapresiasi oleh pendatang dari luar negeri dengan langsung terlibat dalam perlombaan.

  • Perang bantal adalah salah satu permainan yang populer saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia.
  • Dua orang pemain duduk di atas sebuah batang pohon yang diletakkan di atas air, bisa berupa sungai atau kolam. Pemain tersebut duduk berhadapan dan bersenjatakan bantal baku pukul sampai salah satu terjatuh ke dalam air. Yang tetap bertahan di atas dinyatakan sebagai pemenang.

Lari kelereng adalah salah satu perlombaan yang dilaksanakan pada perayaan 17 Agustus.

Peralatan

  • Kelereng
  • Ember
  • Sendok
  • Cara bermain
  • Ada dua orang yang sedang menggigit sendok.
  • Di sendok salah satu dari mereka terdapat 1 kelereng
  • Yang memenggang kelereng tersebut datang menghampiri yang tidak memenggang kelereng.
  • Setelah orang yang tidak memegang kelereng tersebut mendapat kelereng,
  • orang tersebut berjalan ke belakang dan memasukannya ke dalam ember.

Yang duluan sampai, maka dialah yang menang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: