Tantangan Public Relations

Manusia memiliki kuasa penuh atas alat komunikasi yang begitu cepat, begitu canggih, dan merasuk sehingga potensinya tidak dapat dipahami sepenuhnya. Pesan disebar ke seluruh dunia melalui satelit hanya dalam waktu beberapa detik. Komputer menghasilkan kalkulasi dalam sesaat, mengoperasikan mesin, dan mengeluarkan informasi dengan kecepatan ribuan kata dalam semenit. Persediaan informasi dalam bank data elektronika tersedia hanya dengan menyentuh tombol huruf dengan ujung jari.

Generasi masa kini juga menguasai pengertian tentang prilaku manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Riset dan analisis memberikan pengetahuan tentang motivasi di balik perilaku individu, dinamika perilaku kelompok, dan faktor-faktor psikologis serta sosiologis yang menciptakan hambatan minat. Kita tahu bahwa “pendapat umum” tidak monolitik-bahwa manusia terdiri dari banyak “publik”, yang minat, keinginan, dan sikapnya berbeda.

Namun ironisnya, kesalahpahaman, kurangnya pemahaman, dan antagonisme tidak terlepas dari dunia. Sarana yang kita miliki dan akumulasi pengetahuan melesat sangat jauh melampaui kemampuan kita untuk menggunakannya. Dari waktu ke waktu, krisis atau konflik bersumber dari kegagalan berkomunikasi secara efektif.

Dunia membutuhkan sekelompok komunikator dan ahli interprestasi untuk mengisi kekosongan ini-pria dan wanita terampil yang dapat menjelaskan sasaran dan metode organisasi, individu, dan pemerintah kepada yang lain dengan cara yang dari segi sosial menunjukkan rasa tanggung jawab. Demikian pula, ahli interprestasi ini harus memberi tahu atasan mereka tentang apa yang sedang dipikirkan orang, menuntun mereka dalam menetapkan kebijakan perusahaan dengan arif demi kebaikan bersama. Mereka yang mengisi kebutuhan ini berada di bidang public relations yang penuh tantangan. Di Amerika Serikat, Biro Statistik Tenaga 1986, untuk pertama kalinya, jumlah wanita sebagai tenaga public relations melampaui setengah dari jumlah keseluruhan

Profesor Robert L. Kendall dari Universitas Florida yakin bahwa perkiraan pemerintah terlalu rendah. Sebuah studi yang ia lakukan menyimpulkan bahwa 385.000 orang di Amerika bekerja sebagai manajer public relations , wakil public relations, dan spesialis public relations. Ia menambahkan, “Apabila jabatan public relations yang lebih jelas dikuatkan – seperti pelobi, pencari dana, dan mereka yang bergerak dalam komunikasi promosi, hubungan karyawan atau industrial, dan perilaku periklanan dalam proporsi yang wajar – jumlahnya berkisar di antara 422.689.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Memperhatikan tingkat pertumbuhan profesi public relations di antara 36 dan 57 persen sejak pertengahan tahun 1980 an sampai 1990 dab selanjutnya memproyeksikan 30.000 pekerjaan public relations baru menjelang tahun 1990.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: