Pendekatan MBO Public Relations

Konsep management by objectives (MBO)-manajemen menurut sasaran semakin sering diterapkan dalam perencanaan public relations. Segera setelah situasi diteliti (bab sebelumnya) program tindakan perlu direncanakan. Norman R. Nager dan T. Harrell Allen, dalam buku mereka Public Relations Management by Objectives (Longman, 1984) membahas enam langkah dasar manajemen menurut sasaran yang harus diambil, tidak peduli apakah praktisi menulis sebuah pernyataan pers atau program komunikasi multi-faset. Langkah-langkah yang dicarikan dari buku mereka ini, adalah sebagai berikut:

1.  Sasaran klien/pemilik usaha. Apakah sasaran dari komunikasi dan bagaimana komunikasi membantu mempromosikan atau mencapai sasaran organisme. Tujuan spesifik seperti “menentukan posisi produk sebagai produk terkemuka pasar” lebih berarti dari pada “membuat orang sadar akan produk.”

2.  Khalayak/publik. Persisnya siapakah yang harus dijangkau dengan pesan bersangkutan, dan bagaimana khalayak dapat membantu mencapai sasaran organisasi? Apa ciri-ciri khalayak, dan bagaimana informasi demografik dapat digunakan untuk menyusun pesan?

3.  Tujuan khalayak. Apakah yang ingin diketahui oleh khalayak, dan bagaimana pesan dapat dibuat sesuai dengan minat diri khalayak?

4.  Saluran media. Saluran apakah yang cocok untuk menjangkau khalayak, dan bagaimana saluran ganda (media berita, brosur, acara khusus, surat, dsb) dapat memperkuat pesan di kalangan kunci?

5.  Tujuan saluran media. Apakah yang dicari oleh penentu media dari sudut berita, dan mengapa publikasi tertentu akan tertarik pada informasi tersebut?

6.  Sumber dan pertanyaan. Sumber informasi primer dan sekunder apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan dasar faktual bagi pesan? Pakar apa yang harus diwawancarai? Pencarian bank data apa yang harus dilakukan?

7.  Strategi komunikasi. Faktor-faktor lingkungan apa yang akan memengaruhi penyebaran dan penerimaan pesan? Apakah publik sasaran cenderung bersikap memusuhi atau mendukung esensi pesan? Acara atau cukilan informasi apa saja yang akan merusak atau menggalakkan pesan?

8.  Inti pesan. Apakah dampak komunikasi terencana pada khalayak? Apakah pesan dirancang hanya untuk memberikan informasi, ataukah dirancang untuk mengubah sikap dan pola perilaku? Apakah harapan organisasi realistis?

9.  Dukungan nonverbal. Bagaimana foto, grafik, film, pekerjaan seni, dsb. akan menjelaskan pesan tertulis dan meningkatkan minat pada pesan tersebut?

Nager dan Allen meyakinkan bahwa teknik-teknik MBO akan banyak membantu praktisi public relations bekerja melalui proses sistematik untuk menentukan secara persis apa yang harus dilakukan dan mengapa. MBO memberikan fokus dan arahan untuk membuat rencana program yang efektif dan materi public relations. Pada halaman berikut, disajikan diskusi tambahan mengenai bagaimana menentukan masalah, menetapkan sasaran, menyeleksi khalayak, memilih strategi komunikasi, menetapkan batas waktu, dan menilai hasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: