Managemen Public Relations

Berbagai definisi dan terminologi Public Relations mengisyaratkan bahwa public relations sebagai aktifitas komunikasi dan kontak sosial yang harus dikelola sedemikian rupa untuk memperoleh suasana favorable bagi terjalinnya hubungan dengan pihak-pihak yang terkait dengan area kerja Public relations.

Pengelolaan dalam terminologi managemen adalah bagian dari elemen-elemen aktivitas managemen yang termasuk didalamnya, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimpinan, pemimpin, ketatapengurusan, administrasi dan sebagainya. Yang seperti dalam definisi public relations pemaknaan atas managemenpun banyak menurunkan definisi managemen yang berbeda.

Sebagai bahan perbandingan studi lanjut, berikut ini disajikan pendapat dari para ahli mengenai batasan manajemen.

  1. John D. Millett membatasi manajement is process of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achieve a desired goal (adalah seuatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto,1987:4).

Millet lebih menekankan bahwa manajemen sebagai sesuatu rangkaian aktivitas yang satu dengan yang lain saling berurutan.

1)  Proses pengarahan (directing) yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memberikan petunjuk atau instruksi dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan.

2)   Proses pemberian fasilitas kerja (process of facilitating the work), yaitu rangkaian kegiatan untuk memberikan sarana dan prasarana serta jasa yang memudahkan pelaksanaan pekerjaan dari seorang atasan kepada bawahan atau kepada orang yang terorganisasi dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan.

  1. James AF, Stoner dab Charles Wankel (1986:4) memberikan batasan manajemen sebagai berikut, Management is the process of planing, organizing, leading, and controlling the efforts of organization members and of using all other organizational resources to achieve stated organizational goals. (managemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggoata organisasai dan pengunaan seluruh sumber daya organisasi lainya demi tercapainya tujuan organisasi).

Menurut Stoner bahwa proses adalah cara sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Dimana prosesnya meliputi :

1)      Perncanaan, yaitu menetapkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.

2)      Pengorganisasian, yaitu mengorganisaikan sumber daya manusia serta sumber daya lainya yang dibutuhkan.

3)      Kepemimpinan, yaitu mengupayakan agar bawahan bekerja sebaik mungkin.

4)      Pengendalian, yaitu memastikan apakah tujuan tercapai atau tidak dan jika tidak tercapai dilakukan tindakan perbaikan.

  1. Paul Hersey dan Kenneth H Blanchard (1980,3), memberikan batasan manajemen as working wtih and through individuals and groups to accomplish organizational goals (sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu dan atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi).  Hersey dan Blanchard lebih menekakan bahwa definisi tersebut tidaklah dimaksudkan hanya untuk satu jenis organisasi saja tetapi dapat diterapkan pada berbagai jenis organisasi tempat individu dan kelompok tersebut menggabungkan diri untuk mewujutkan tujuan bersama.

Melihat dari beberapa definisi managemen tersebut dilihat dari sifatnya managemen adalah seni dan ilmu yang didasarkan dari general purposes.sedang bila dilihat dari fungsi yang dilakukan maka managemen menyangkut persoalan yang paling sering dibicarakan dan dijadikan dasar pemahaman adalah fungsi-fungsi  sebgai berikut :

  1. Perncanaan (Planning).

Aktivitas perncanaan dilakukan untuk menetapkan sejumlah pekerjaan yang harus dilaksanakan kemudian. Setiap manajer dituntut terlebih dahulu agar mereka membuat rencana tentang aktivitas yang dilakukan. Perencanaan tersebut merupakan aktivitas untuk memilih dan menghubungkan fakta serta aktivitas membuat dan mengunakan dugaan mengenai masa yang akan datang dalam hal merumuskan aktivitas yang direncanakan.

  1. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian sebagai fungsi manajemen yang kedua adalah organisasi baik dalam arti statis maupun dinamis. Organisasi dalam arti statis adalah skema, bentuk, bagan yang menunjukkan hubungan di antara fungsi otoritas dan tanggung jawab yang berhubungan satu sama lain dari individu yang diberi tugas atau tanggung jawab atas setiap fungsi yang bersangkuatan.

  1. Pengarahan (directing)

Aktivitas pengarahan adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pemberian perintah dan saran. Hal ini mengandung permasalahan dalam menunjukkan rencana yang penting kepada bawahan yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya. Selain itu penting juga hubungan individual setiap saat di antara manajer dan para bawahanya yang terikat dalam organisasi.

  1. Pemotivasian (motivating)

Agara tercipta keadaan kerja yang menggairahkan, manajer harus melaksanakan fungsinya, memotivasi bawahanya. Motivasi dimaksudkan setiap perasaan, kehendak, atau keinginan yang sangat memengaruhi kemauan individu. Dengan demikian, individu tersebut didorong berperilaku dan bertindak mencapai tujuan.

  1. Pengendalian (controling)

Dengan aktivitas pengendalian, berarti manajer harus mengevaluasi dan menilai pekerjaan yang dilakukan para bawahan. Demikian pula manajer harus mengevaluasi dan menilai pelaksanaan rencana kerja secara makro untuk mengetahui apakah pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan atau tidak.

Atas dasar asumsi bahwa definisi managemen sebagai aktivitas planing, organizing, directing, motivating dan controling dan public relations adalah penciptaan iklim yang favorable komunikasi dengan berbagai pihak yang dilakukan secara sengaja,terencana untuk membangun kinerja bagi Kepentingan Masyarakat dengan Komunikasi dua arah yang merupakan bagian dari Fungsi manajemen. Maka managemen public relations sebenarnya merupakan aktivitas managerial yang sengaja dilakukan dengan perencanaan yang matang untuk membangun komunikasi dua arah sehingga tercipta iklim komunikasi yang favorable dan terkontrol bagi interaksi secara internal maupun eksternal.

Dengan demikian pelaksanaan managerial dapat dilakukan bila dpat diketahui lebih dahulu apa yang menjadi kegiatan yang harus dilakukan oleh public relations. Kegitan-kegitan tersebut dapat dipahami dari objek materiel dan formil yang menjadi lingkup kajian public relations dan peran public relation dalam kegiatan praxsis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: