Penyebab Friksi Public Relations

Tanpa kecuali friksi muncul antara para monitor pesawat dan staf perusahaan. Masalah ini berasal dari faktor-faktor seperti konflik antar kepribadian, orientasi kerja, dan tempat di dalam grafik organisasi.

Survei menunjukkan bahwa para montir pesawat secara umum berorientasi untuk memajukan perusahaan dan masa depan mereka bergantungan penuh kepada kesetiaan mereka terhadap organisasi. Di lain pihak, para anggota staf cenderung berorientasi kepada kemajuan profesi mereka entah bidang teknik, riset ilmiah, periklanan, pemasaran, atau public relations. Para anggota staf sangat mengidentifikasikan diri dengan suatu pekerjaan, bukannya suatu organisasi. Misalnya. Para dokter lebih setia kepada standar-standar profesi medis ketimbang rumah sakit tertentu tempat mereka praktik.

Satu penyebab utama friksi adalah fakta bahwa para unit staf berkedudukan lebih tinggi di dalam struktur organisasi ketimbang unit-unit montir dan menikmati hubungan pelaporan langsung dengan direksi utama. Para anggota staf sering kali memperoleh otoritas informasi karena didengar oleh direksi. Rekomendasi anggota staf yang diterima oleh direksi Utama bersifat efektif dalam membentuk kebijakan yang harus dilaksanakan para montir.

Friksi sering terjadi antara orang-orang lini dan staf. Masalah ini diakibatkan oleh faktor-faktor seperti konflik pribadi, orientasi, dan posisi dalam struktur organisasi.

Survei menunjukkan bahwa karyawan lini biasanya berorientasi pada kemajuan perusahaan dan bahwa masa depan mereka sangat bergantung pada kesetiaan mereka terhadap organisasi. Karyawan staf. Sebaliknya, cenderung berorientasi pada kemajuan profesi mereka, apakah itu teknik rekayasa, riset ilmiah, advertensi, pemasaran, atau public relations. Orang-orang staf sangat mengidentifikasi diri dengan pekerjaan dibandingkan dengan organisasi. Dokter, misalnya, lebih setia pada standar profesi medis ketimbang rumah sakit bersangkutan tempat mereka berpraktik.

Sebab utama friksi ini adalah kenyataan bahwa unit staf berada lebih tinggi dalam struktur organisasi dibandingkan unit lini. Mereka menikmati hubungan pelaporan langsung dengan manajemen  puncak. Orang-orang staf sering kali mendapatkan wewenang informal dengan memiliki telinga manajemen. Rekomendasi staf yang diterima oleh manajemen puncak akan efektif untuk membentuk kebijakan yang harus dilaksanakan oleh manajer lini.

Friksi juga terjadi antara unit staf sendiri . fungsi public relations sering kali berbenturan dengan fungsi staf dari bagian hukum, personalia, advertensi, dan pemasaran.

Staf bagian hukum cenderung memikirkan dampak dari setiap pernyataan keluar terhadap kemungkinan tuntutan hukum yang timbul sekarang atau yang akan datang. Konsekuensinya, pengacara sering membuat karyawan public relations frustrasi dengan meminta perbaikan konsep pernyataan pers, yang kadang-kadang terasa berlebihan. Pekerjaan pengacara mungkin mengambil tempat di pengadilan hukum, sedangkan praktisi public relations berusaha untuk mewakili organisasi dalam suasana “pengadilan” opini masyarakat, seperti dikatakan oleh Profesor Emeritus Walt Seifert dari Universitas Negeri Ohio menyusun pernyataan pers yang singkat dan jelas sementara juga harus memenuhi kebutuhan bagian hukum sering kali menguji keterampilan penulisnya.

Departemen personalia (sumber daya manusia) acap kali harus bertarung dengan departemen public relations mengenai siapa yang harus berkomunikasi dengan karyawan. Administrator personalia yakin bahwa mereka harus mengendalikan arus informasi. Karyawan public relations beranggapan bahwa public relations ekstern yang memuaskan tidak akan tercapai tanpa komunikasi karyawan yang efektif pada waktu yang sama. Sayangnya, banyak manajer personalia memiliki kecakupan komunikasi yang rendah dan tidak memahami bagaimana informasi yang tidak mencukupi dapat menciptakan kabar burung dan masalah-masalah moral.

Ketika Atari, produsen permainan video, mem-PHK 1700 karyawannya departemen sumber daya manusia (personalia) tidak menganggap PHK ini cukup penting untuk dimasukkan dalam berita karyawan berkala. Karyawan harus membaca mengenai rincian PHK dari surat kabar harian setempat. Akibatnya berita berkala karyawan Atari banyak kehilangan kredibilitasnya. Kurangnya public relations yang efektif juga menyerap biasa besar untuk urusan hukum setelah karyawan mengajukan tuntutan sebesar $13 Juta kepada Atari karena tidak memberi tahu karyawan tentang PHK itu dan secara serempangan menjanjikan keamanan kerja. Dalam musyawarah di luar pengadilan, perusahaan setuju membayar sekitar 500 orang karyawan hampir senilai $1 juta sebagai kompensasi.

Departemen public relations dan advertensi acap kali berselisih pendapat karena mereka bersaing memperoleh dana untuk berkomunikasi dengan kalangan ekstern. Pendekatan bagian advertensi  terhadap komunikasi adalah: “Apakah produk ini laku?” public relations menanyakan, “Apakah relasi akan meluas?.” Orientasi yang berbeda ini sering kali menyebabkan hambatan bagi koordinasi strategi menyeluruh. Departemen pemasaran juga bersaing dengan departemen public relations untuk mendapatkan dana; bagian pemasaran menentukan publisitas produk.

Untuk mencegah konflik antar departemen, beberapa saran berikut ini dapat disimak:

1.  Wakil departemen harus bekerja sama pada komite inti agar terjadi pertukaran informasi

2.  Kepala departemen harus setara dalam jabatan. Dengan demikian, otonomi seorang eksekutif tidak lebih rendah dari yang lain.

3.  Semua kepala departemen harus melapor pada atasan yang sama, sehingga semu sudut pandang dapat dipertimbangkan sebelum keputusan yang benar diambil.

4.  Kontak informal secara reguler dengan wakil departemen lain dapat membantu menciptakan rasa saling percaya dan saling menghormati.

5.  Kebijakan tertulis harus ditetapkan untuk merinci tanggung jawab setiap departemen. Kebijakan demikian sangat membantu dalam mendamaikan perselisihan pendapat mengenai departemen mana yang berwenang untuk berkomunikasi dengan karyawan atau untuk mengubah sebuah pernyataan pers.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: